Selamat Datang Di Duniaku

dunia kecil tempatku berbagi

Senin, 13 Desember 2010

Jam Karet


Satu sore aku bertemu dengan seorang sahabat. Aku menghampirinya dan menanyakan sesuatu padanya. "Hai, ada apa ni sendirian?"
"ini, lagi nunggu temen, katanya mau barengan maen jam 3. Tapi nyampe sekarang kok belom dateng"
Aku lirik jam tanganku. Sudah hampir jam 4. Apa semua orang Indonesia kayak gini ya?


Pernah mengalami hal seperti itu? Menyebalkan bukan? Sudah dibuat janji tapi molor sampai lama. Itu pun masih mending daripada setelah itu bilang "Maaf, nggak jadi". Wah, pasti bakalan dongkol tu. kalau pakai alasan macet atau ketiduran atau alasan lain yang bisa dipertanggungjawabkan sih oke. Kalau nggak ada alasannya? Nah itulah permasalahan kita, Bangsa Indonesia. Yang notabene diajari disiplin sejak kecil. Sejak masuk usia sekolah tepatnya. Waktu kita sekolah sepertinya tak ada kata kompromi untuk yang terlambat. Tapi untuk acara rapat atau pemenuhan undangan itu bakal jadi soal lain. Kenapa bisa begitu? Ternyata setelah aku lakukan penelitian tentang jam karet ini kepada 100 responden, jawabannya bermacam macam. namun ada jawaban tertinggi. Berikut jawaban tertinggi yang diperolah dari survei tersebut

1. Mindset atau Pola Pikir
Jawaban tertinggi pertama adalah Mindset. Jawaban ini berprosentase 72%. Yaitu cara berpikir orang tentang waktu untuk menghadiri acara. Biasanya mereka akan berfikir "Alah, kalo orang Indonesia tu pada suka telat, aku ikut nelat juga deh." atau "Bentar ah,biasanya diundangan ditulis jam 8 nanti mulai jam 9 kok." atau "Bentar ah, yang lain pada belum berangkat."
Nah ini yang harus dirubah. kalo semua orang berfikir seperti ini kapan disiplinnya. Sekarang mari kita coba mengubah mindset ini. kita rubah menjadi mindset yang disiplin. Kalau satu dari kita memulai untuk disiplin, diharapkan orang orang disekitar kita berpikir "Wah dah ada temennya, berangkat ah." Ya lebih baik ada sedikit yang tepat waktu daripada tidak sama sekali.

Waktunya tidak valid
Inilah kelemahan kalau kita buat janji atau buat undangan. Alasan ini dipakai 24% responden. Biasanya diundangan dicantumkan waktu "19.30 (ba'da isya)". Lha ini, jam 9 malam pun ba'da Isya. Apalagi kalau janjian "Iya nanti aku jemput jam 3-an". Jamnya tepat sih jam 3, tapi "an"-nya ini yang bikin molor. Bisa jadi "an" ini artinya lebih 60 menit. Kan kita sama aja bikin janji jam 4. nah sekarang kita mulai ganti caranya. Yaitu dengan mencantumkan waktu yang tepat. Atau malah dikasih interval waktunya sekalian, Misal "jam 15.00 WIB tepat" atau "15.00 sampai 16.00 WIB". Itu baru tepat dan kena sasaran. Dengan konsekuensi kalau kita yang buat acara maka pada waktu yang telah ditentukan itu kita harus siap luar dalam. Jangan sampai tidak.

lain lain
ini alasan 4% responden. Biasanya mereka bilang "lagi sibuk kerja(dengan alasan yang nyata)" atau "acara TVnya lagi seru" atau juga "macet dijalan" dan alasan lainnya.

Sekarang, apa kita masih mau membuat orang lain menunggu?atau masih suka menunggu orang lain? Ayo kita belajar disiplin!!