Selamat Datang Di Duniaku

dunia kecil tempatku berbagi

Senin, 31 Januari 2011

Kisah Dari Jogja Wonogiri

"ndrx, aku ws tekan nduwur, gek endang" begitu sms yang aku terima dari Taufan. "yoh, sik takmunggah" jawabku saat itu. Hari itu, senin 24 Januari 2011. Kami dan beberapa teman lain berencana untuk menghadiri undangan pernikahan teman kami waktu sekolah. Endarwati namanya. Kini dia telah mendapatkan pasangan hidupnya. Dengan koordinasi yang baik oleh Henu, hari itu juga pukul 08.00 WIB kami berangkat ke "base camp" kami. Rumah Agung. Rumah yang sudah jadi tempat janjian kami kemarin. Dengan berboncengan sepeda motor, segera kami berangkat. Dengan asumsi kami sampai ke Wonogiri -tanah kelahiran Endar- dalam waktu kurang lebih 4 jam.

Sampailah kami di perempatan ringroad utara. Beberapa ratus meter lagi dari rumah Agung. Hapeku bergetar, sebuah sms menunggu untuk dibaca. "dah nyampe mana ndri?",dari Henu. "nyampe 1/4an ringroad,kamu dh nyampe?" balasku. "wah maaf, hari ini aku ada agenda ddi kampus, kirain dah sampai di t4 Endar" jawab Henu menutup sesi sms hari itu. Beberapa menit kemudian sampailah kami ke rumah Agung. Masih sepi. "Pak, Agung ada?" tanyaku pada Paman Agung yang kebetulan lagi nongkrong disitu. Dan bla..bla..bla sedikit basa basi kami siap berangkat.

Namun sayang sekali, rencana hari itu kami berangkat berlima. Kini tinggal bertiga. Taufan, Agung dan aku. Yang lain sibuk dengan urusan akademi mereka. Bukan masalah, yang penting ada perwakilan dari teman SMK Endar yang kesana. Jam sudah menunjuk pukul 09.00 lebih. Kami segera berangkat. Membawa 2 buah kado yang berasal dari patungan teman teman sekelas. kami tncap gas dengan dua motor. Maklum, aku yang sudah segede ini belum bisa nyupir motor, hehehe

Dengan bertanya berkali kali, sampai ada guyonan diantara kami "Wah, untung tanyanya gratis, kalo bayar kita habis duit buat tanya doang,wakakakakak. Dan satu lagi "Kalo kita bertanya di beri hadiah, pasti kita dapat payung atau jam dinding, hahahaha". Setelah melewati jalan aspal yang panjang, panas, bergelombang, bahkan jalan offroad yang ekstrim. Akhirnya sampai juga kami ke tempat upacara yang sakral itu.

Kami dipersilakan masuk oleh salah satu kerabat Endar. Dengan pakaian kami yang sederhana namun pantas, dan penampilan kmi yang pas pasan tapi menawan.Setelah bersalaman dengan among tamu dan menyerahkan kado yang kami bawa, kami dipersilakan duduk dan menikmati sajian kecil yang ada di atas meja itu. Sajian yang sederhana namun mengundang selera dan nikmat rasanya.

Saat kami datang sedang dilangsungkan segmen foto keluarga, entah apa sebutannya disana. Dan dilanjutkan dengan ganti busana oleh kedua mempelai. kata Ayahanda Endar, " Tadi akadnya jam sepuluh, setelah ini (pengantin ganti busana) ad satu acara lagi dan yang terakhir, silakan nanti kalau mau ambil momen.". Kami menurut saja, caranya beda dengan yang kami ketahui biasanya. Ya, itulah Indonesia dengan keberagamannya. Tiba tiba dari jauh muncullah sekelompok orang dengan pakian adat. Mereka ini yang mengawal pengantin ke ruang ganti. Diantara mereka ada seorang yang senior yang memimpin barisan dengan lngkah yang sangat pelan. Di belkangnya sekumpulan remaj menyandang baju adat jawa mengikuti bapak itu. Ada gadis yang cantik, (sampai salah satu dari kami naksir :) ), ada juga yang menawan. Tapi tak ada pemuda yang lebih rupawan dari kami, hehehe.

Setelah mempelai berganti baju dengan warna dominan kuning (setela sebelumnya hitam) kami memasuki acara selanjutnya. Resepsi. Dengan dipersilakan sang Pranata Adicara kami mulai menyantap makanan yang lezat itu. Setelah itu kami diminta untuk berfoto bersama pengantin. Setelah menunggu sejenak dan dipastikan acara telah berakhir, kami berpamitan.

"Sudah mau pulang. Nggak nginap aja mas?" tawar Ibunda endar dengan senyum manisnya.

"Mboten bu. Sudah sore, kami langsungan saja"

Kami bersalaman dan menyampikan salam dari semua teman yang tak bisa hadir saaat itu kepada kedua mempelai. Dan kami keluar dari rungan berkarpet mrambut/gabah itu. Namun sebelum pulang, beberapa bungkusan diberikan pada kami "Nggo syarat" katanya. Selepas itu kami pulang dengan hati ang riang walau lelah melintang,halah.



TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

jangan cuma baca doang,,komen lah,,selagi komen masih dihalakan