Hari pertama puasa, lebih asyik kalo dimulai dengan perenungan apa yang telah kita lakukan. Salah satunya berbohong. Semua orang pernah melakukannya. Baik itu kebohongan kecil atau besar. Tetap saja namanya bohong. Aku ingin berbagi cerita, namun ini bukan untuk ditiru. Tapi untuk jadi pembelajaran. Oke kita mulai ceritanya
Malam itu,aku habis beli hp dari temenku sendiri. terus terang saja aku tertipu. Harganya tinggi tapi sudah hancur berantakan. Uang 300 ribu rupiah yang aku janjikan pulang ke tangan ayahku besok harus aku penuhi. Padahal hp itupun dijual harganya cuma 250 ribuan, itu pun dalam kondisi bagus. Akhirnya ku putuskan untuk berbohong dan membohongi semua orang. Keputusan yg buruk.
Paginya, aku telah merancang agar hari ini berjalan baik (kelihatanya). Seperti biasa aku pamit untuk pergi kursus ( bohong no. 1 ). Padahal aku mau jalan jalan cari konter biar bisa jual hp. Karena nggak ada yang mau beli hp itu aku putusin untuk ngakali hp biar keliatan mulus. Caranya? (bohong no. 2) tentunya dengan mengganti chasing dengan yang nggak ori. Walaupun yang diganti cuma keypadnya, tapi tetep keliatan baru dan mulus. Aku tambah lagi modal 17 ribu rupiah. "Yang penting bisa dijual", begitu pikirku waktu itu. Entahlah setan telah merasuk ke jiwaku.
Setelah aku ganti dengan keypad baru, hp itu laku terjual walau aku harus mereguk rugi 70 ribu rupiah, Rugi ilmu di kursusan dll. Tidak cuma itu, berhari hari kemudian balasan demi balasan atas kebohongan ku terima.
Ingat, ini hanya sekedar cerita namun ini bukan untuk ditiru. Tapi untuk jadi pembelajaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
jangan cuma baca doang,,komen lah,,selagi komen masih dihalakan